NUNUKAN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, M. Nasir, S.Pi., M.M., menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nunukan untuk menyosialisasikan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika kepada sekitar 140 warga Pasar Baru, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 tersebut berlangsung di Jalan Angkasa, Kelurahan Nunukan Timur, Kabupaten Nunukan, dengan menghadirkan perwakilan BNN Kabupaten Nunukan, Zaenal Arifin, S.KM., sebagai narasumber.
Dalam kegiatan tersebut, M. Nasir menekankan pentingnya peran keluarga sebagai garda terdepan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
“Jangan berpikir narkoba hanya urusan BNN atau polisi. Kalau kita ingin anak-anak selamat, maka rumah kita sendiri harus menjadi benteng pertama. Orang tua harus dekat dengan anak, tahu pergaulannya dan berani memberi pemahaman sejak dini tentang bahaya narkoba,” ungkap M. Nasir.
Ia menjelaskan, sosialisasi peraturan daerah menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya narkoba sekaligus mendorong partisipasi warga dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika.
M. Nasir juga mengajak masyarakat Pasar Baru menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk membangun citra positif lingkungan mereka. Ia menilai, stigma yang selama ini melekat pada Pasar Baru sebagai kawasan yang identik dengan sebutan “Texas” dan kerawanan perlu diubah melalui tindakan nyata dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Kalau ada yang bilang Pasar Baru itu Texas, rawan narkoba dan keras, mari kita jawab dengan perubahan. Itu dulu. Sekarang waktunya kita membangun wajah baru Pasar Baru,” ujarnya.
Menurut M. Nasir, Pasar Baru memiliki potensi untuk berkembang menjadi lingkungan yang lebih positif. Ia mencontohkan keberadaan sejumlah kelompok taklim yang aktif serta generasi muda yang berhasil menempuh pendidikan dan berkarier sebagai anggota kepolisian maupun aparat penegak hukum.
Kondisi tersebut, katanya, menjadi modal sosial bagi masyarakat untuk membangun lingkungan yang lebih aman dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.
“Artinya lingkungan ini punya potensi luar biasa. Jangan terus-menerus kita wariskan stigma buruk kepada anak-anak Pasar Baru. Justru kita harus membangun kebanggaan bahwa dari Pasar Baru lahir anak-anak muda yang baik, berprestasi dan mengabdi kepada masyarakat serta negara,” katanya.
Ia pun mendorong masyarakat membangun komitmen bersama untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan menjadikan Pasar Baru sebagai contoh lingkungan yang bersih dari narkoba.
M. Nasir menegaskan, keberhasilan sosialisasi tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari perubahan sikap dan kepedulian masyarakat dalam menghadapi persoalan narkoba di lingkungan sekitar.
“Target kita bukan sekadar selesai sosialisasi hari ini. Kita ingin ada perubahan sikap. Kalau melihat narkoba, jangan diam. Kalau ada anak muda yang mulai salah pergaulan, rangkul. Kalau keluarga kita punya masalah, bantu. Kita selamatkan generasi ini bersama-sama,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan BNN Kabupaten Nunukan, Zaenal Arifin, S.KM., menyampaikan materi mengenai jenis-jenis narkotika, bentuk dan penggunaannya, dampak penyalahgunaan, serta langkah-langkah pencegahan agar masyarakat tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Dalam pemaparannya, Zaenal juga menekankan pentingnya pencegahan sejak dini dan penguatan ketahanan keluarga. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, disertai perhatian terhadap lingkungan pergaulan, menjadi bagian penting dalam upaya melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.
M. Nasir berharap, kegiatan tersebut tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi berlanjut menjadi gerakan bersama untuk menjaga keluarga dan lingkungan dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
“Yang kita inginkan adalah pulang dari sini masyarakat membawa komitmen. Mulai malam ini jaga keluarga kita, jaga anak-anak kita dan jaga lingkungan kita. Kalau masyarakat kompak, narkoba tidak akan mudah mendapat tempat di Pasar Baru,” tutupnya.















