NUNUKAN – Kenaikan harga plastik yang terjadi belakangan ini mulai dirasakan dampaknya oleh para pedagang di Nunukan, Kalimantan Utara.
Harga plastik ukuran sedang yang biasa digunakan untuk kemasan minuman seperti es teh kini dilaporkan naik dari Rp40 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.
Lonjakan ini membuat pedagang kecil harus memutar otak agar tetap bisa berjualan tanpa menaikkan harga secara drastis kepada konsumen.
Salah satu pedagang pentol di kawasan Alun-alun Nunukan mengaku cukup terbebani dengan kondisi tersebut.
“Biasanya saya beli plastik itu Rp40 ribu, sekarang sudah Rp60 ribu. Lumayan terasa, apalagi tiap hari pasti pakai,” ujarnya.
Ia mengaku belum berani menaikkan harga jual karena khawatir pembeli akan berkurang.
“Kalau harga dinaikkan, takut pembeli lari. Jadi sekarang ditahan dulu, paling dikurangi pemakaian plastiknya,” tambahnya.
📉 ATURAN BARU PEDAGANG
Dampak kenaikan harga plastik juga mulai terlihat dari perubahan cara pedagang melayani pembeli.
Sejumlah pedagang kini menerapkan aturan baru untuk menekan penggunaan plastik, salah satunya dengan membatasi pemisahan sambal maupun tambahan plastik.
“Sekarang kalau beli di bawah Rp10 ribu, sambalnya tidak dipisah. Plastik juga tidak bisa minta tambahan,” ungkap pedagang.
Menurutnya, langkah ini terpaksa diambil agar penggunaan plastik bisa lebih hemat.
“Kalau semua minta dipisah-pisah, plastiknya jadi banyak. Sekarang harus dihemat, kalau tidak ya rugi,” jelasnya.
🌍 LEBIH TINGGI DARI NASIONAL
Kenaikan harga plastik di Nunukan dinilai jauh lebih tinggi dibandingkan sejumlah daerah lain di Indonesia.
Secara nasional, kenaikan harga plastik berada di kisaran 14 hingga 30 persen. Namun di Nunukan, harga plastik jenis tertentu mengalami lonjakan hampir 100 persen, dari Rp40 ribu menjadi Rp60 ribu.
Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan baku plastik yang berasal dari minyak bumi, serta tingginya biaya distribusi ke wilayah perbatasan seperti Kalimantan Utara.
🚨 DAMPAK KE MASYARAKAT
Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga makanan dan minuman di tingkat pedagang juga akan ikut naik.
Masyarakat pun diimbau untuk mulai beradaptasi, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai atau membawa wadah sendiri saat membeli.
Sementara itu, para pedagang berharap harga plastik dapat kembali stabil agar usaha mereka tidak semakin tertekan.











