NUNUKAN — Warga di sekitar Jalan RA Kartini, Nunukan Tengah, Kabupaten Nunukan, dibuat panik setelah melihat kobaran api muncul dari sebuah gardu listrik milik PLN pada Senin malam, 14 September 2026 , sekitar pukul 18.17 WITA .
Api terlihat keluar dari bagian dalam gardu yang berada di kawasan pinggir jalan. Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian berinisiatif melakukan penanganan awal untuk mencegah api semakin membesar.
Sejumlah warga mengambil alat pemadam api ringan (APAR) yang berada di sekitar lokasi. APAR tersebut antara lain berasal dari Masjid Al Aziz dan milik Pak Muslimin yang letaknya tidak jauh dari lokasi kejadian.
Warga kemudian menggunakan APAR tersebut untuk garansi api yang terlihat berasal dari gardu listrik.
Situasi sempat menimbulkan kekhawatiran warga karena lokasi gardu berada di kawasan yang cukup ramai. Namun, upaya penanganan awal oleh warga berhasil membantu mengendalikan api sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Diduga Akibat Gangguan Listrik
Berdasarkan informasi awal yang beredar, kebakaran diperkirakan berkaitan dengan gangguan pada jaringan listrik PLN atau beban berlebih (overload) . Namun, penyebab pasti munculnya api masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kemudian melakukan pengecekan dan memastikan kondisi telah aman serta terkendali .
Tidak ada informasi mengenai korban dalam jiwa kejadian tersebut. Sementara itu, kondisi gardu dan jaringan listrik yang terdampak masih menunggu penanganan serta pemeriksaan lebih lanjut dari pihak yang berwenang.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga mengingat gardu listrik tersebut berada di kawasan organisasi dan aktivitas masyarakat. Warga diimbau untuk tidak mendekati gardu atau jaringan listrik jika terjadi kembali percikan maupun kebakaran, serta segera melaporkannya kepada petugas terkait.
Sumber: Pembawa Kabar dan informasi lapangan dari Humas Damkar Kabupaten Nunukan .
Catatan redaksi: Dugaan penyebab berupa beban berlebih sebaiknya tetap disebut sebagai dugaan sementara , bukan penyebab yang sudah pasti, sampai ada keterangan resmi dari PLN atau hasil pemeriksaan petugas.











