Arus Penyeberangan Meningkat Setelah Lebaran
Arus penyeberangan Nunukan–Sebatik dan Sebatik–Nunukan terpantau padat pada momen libur Lebaran. Memasuki Beberapa Hari setelah Idul Fitri, aktivitas masyarakat masih tinggi, terutama untuk keperluan silaturahmi dan perjalanan antarwilayah.
Padatnya jumlah penumpang membuat sejumlah perahu dompeng atau klotok dipenuhi pengguna jasa penyeberangan di kedua arah. Kondisi ini menjadi pemandangan umum di sejumlah titik keberangkatan.
Perahu Tanpa Pelampung Jadi Sorotan
Namun di tengah meningkatnya aktivitas tersebut, muncul kekhawatiran terkait aspek keselamatan. Pasalnya, masih ditemukan beberapa perahu yang diduga belum dilengkapi pelampung sebagai alat keselamatan bagi penumpang.
Di sisi lain, kondisi laut di wilayah Nunukan terpantau relatif tenang dengan gelombang yang tidak terlalu tinggi. Meski demikian, pasang surut air laut yang terjadi setiap hari tetap memengaruhi pergerakan arus di jalur penyeberangan.
Situasi ini dinilai tetap berpotensi menimbulkan risiko, terutama saat arus penumpang sedang padat dan tidak semua perahu dilengkapi alat keselamatan.
Penumpang Mulai Khawatir Soal Keselamatan
Rudi (32), salah satu penumpang, mengaku cukup khawatir dengan kondisi tersebut di tengah ramainya arus Lebaran.
“Karena masih suasana Lebaran, penumpang memang ramai di dua arah. Tapi kadang tidak semua perahu ada pelampungnya. Walaupun ombak terlihat tenang, tetap saja khawatir,” ujarnya.
Sementara itu, Lina (28) juga menyampaikan hal serupa.
“Baik dari Nunukan ke Sebatik maupun sebaliknya sama-sama ramai. Harusnya keselamatan lebih diperhatikan, jangan sampai diabaikan,” katanya.
Penumpang lainnya, Rahmat (35), berharap ada tindakan dari pihak terkait.
“Kalau bisa semua perahu dicek sebelum berangkat. Pelampung itu penting, apalagi sekarang penumpang lagi banyak,” ungkapnya.
Penumpang Minta Pengawasan Diperketat
Warga berharap adanya perhatian dan pengawasan lebih dari pihak terkait agar standar keselamatan penyeberangan dapat terpenuhi, terutama di tengah lonjakan penumpang saat momen libur seperti ini.
Keselamatan penumpang dinilai harus menjadi prioritas utama, mengingat penyeberangan Nunukan–Sebatik dan Sebatik–Nunukan merupakan jalur vital bagi aktivitas masyarakat.
















